Jumat, 20 Februari 2009

untitled

semuanya bukan kesalahanmu.
lalu mengapa aku menggugat.
ini memang salahku...
dan aku memang pantas untuk tidak dimaafkan.

Rabu, 18 Februari 2009

Filosofi Penjaga Gawang

Saya lumayan terinspirasi dengan tulisannya saudara Yudi di blog pribadinya bahwa ternyata menjadi seorang penjaga gawang (kiper) juga ada filosofinya. Saya pribadi memang suka sepakbola walaupun sekarang tidak terlalu sering mengikuti infonya apalagi setelah Chelsea sering kalah di laga domestik, rasanya tidak bersemangat lagi menonton Premier League.

1. Tidak perlu dikejar, tunggu saja...
Untuk beberapa kasus, kita tidak harus berusaha mengejar sesuatu didunia ini karena justru ketika tidak berusaha mengejarnya maka dia akan datang dengan sendirinya. Tidak perlu bersusah payah merebutnya, akan datang saatnya ia datang ke hadapan anda. Jadi, tenang saja...

2. Sendirian, tidak, sendirian...
Kita memang tidak pernah sendirian, akan ada teman-teman lain yang akan membantu, mendengar keluh kesah, dan menangis bersama kita. Kita memang tidak akan pernah sendiri. Tapi, memang disaat2 kritis, kita memang sendirian dan hanya kitalah yang mampu membuat keputusan.

3. Orang penting yang tidak populer
Tidak selalu bahwa 'terkenal' berarti 'penting'. tidak perlu terkenal untuk menjadi orang penting. tidak perlu tampang yang cakep, cantik, ganteng atau jago membuat sensasi untuk menjadi seseorang yang penting dan bisa diandalkan oleh seseorang disisi anda.

4. Kalau kebobolan, ya sudah...
Setelah berusaha sekuat tenaga dan pikiran, mungkin saja ternyata kita masih saja dikerjai seseorang dan kebobolan. Solusinya...lupakan saja!.
Jika kita tidak bisa melepaskan kejadian '"gol", maka habislah...
Jangan depresi lama-lama, jangan frustasi. Life must go on.

5. Dunia tidak sempurna, mungkin anda dikerjai...
Dunia memang tidak sempurna, mungkin kita dikerjai. Setelah semua yang kita lakukan, kita masih saja dikerjai keadaan.

sumber : http://yud1.csui04.net

Rabu, 11 Februari 2009

Datin PP & PL digusur BPK

Ruang data sekarang dijadikan sebagai basecamp tim auditor dari BPK. Mereka akan mengaudit keuangan Depkes khususnya Ditjen PP & PL dan menempati ruang data selama 2 bulan. Haaahhhh,,,ga suka, karena itu berarti ga bisa chatting, buka facebook dan FS lagi...uuupss!!!.
Jadi, mulai hari ini, Saya, Bu Tari dan Pak (Bang) Ronald mengungsi ke ruang PI lagi. Terpaksa...walaupun disana agak rame dan internetnya sering off.

Haaahhh,,,yang penting semangat walaupun sekarang udah ga punya ruangan lagi dan terpaksa harus bawa laptop sendiri.

Semangat...!!!

Selasa, 03 Februari 2009

Praktikum Kesehatan Masyarakat (Prakesmas)

Akhirnya semester 8 (yang sepertinya akan menyenangkan) datang juga. Di semester ini rata-rata angkatan 2005 di semua peminatan tinggal menyusun skripsi dan praktikum (magang). Kemarin kan dian sempat bercerita sedikit tentang penderitaan ketika mengurus ijin untuk magang :), alhamdulillah akhirnya dian mendapat tempat magang di Bagian Pengelola Informasi (Bag.PI), Direktorat Jenderal Pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP & PL), Depkes RI di Jl.Percetakan Negara No.29.

Bag.PI bertugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Untuk dapat menjalankan tugas tersebut Bag. PI, Ditjen PP & PL mempunyai 3 subbagian yaitu subbag.program, subbag. evapor, dan subbag. data dan informasi.

Jujur aja, sampai hari ketiga ini, saya masih belum menetapkan apa yang ingin saya lakukan disini. Sebenarnya saya sudah membuat proposal penelitian (ouput mata kuliah Metode Penelitian Informatika Kesehatan semester kemarin), dengan topik pengembangan sistem informasi ISPA/Pneumonia untuk balita. Akan tetapi, karena menurut kasub. Data dan informasi (Bu Made) topik yang saya ambil tidak sejalan dengan apa yang dilakukan datin, maka beliau memberi tawaran untuk mengembangkan website PP & PL. Entahlah, rasanya bukan tidak mungkin hanya merasa ilmu saya belum cukup untuk mengembangkan web untuk PP & PL apalagi Pak Ronald, yang ngembangin, kayaknya cuek banget. Hari pertama disini juga ditugaskan untuk bikin program sistem informasi perpustakaan online untuk PI, Insya Alloh akan saya coba. Semangat!!!

Dilihat dari lingkungan kerja, disini emang nyaman banget. Orangnya baik-baik dan ramah-ramah (selama ini saya membayangkan orang-orang birokrat itu jutek dan judes). Selain itu, disini juga ada beberapa tenaga honorer yang masih sepantaran dengan saya jadi ga merasa "kesepian" banget.

Setiap harinya, dari Depok saya naik kereta dari Stasiun Pondok Cina dan turun di Stasiun Cikini. Kemudian dari Cikini naik kopaja sampai depan RS Carolus dan jalan sedikit ke arah jembatan penyebrangan depan halte kampus UI, dari sana naik JP 04. Kemarin, saya sedikit dikerjai para pencopet yangberoperasi di kereta. HP saya ilang. Gondok juga sih tapi ya sudahlah. Mungkin kedepannya saya harus lebih berhati-hati lagi.

Lanjut tentang Prakesmas, tujuannya agar mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh dalam tentang kegiatan pembangunan kesehatan masyarakat. selain itu juga, kita diharapkan dapat menerapkan ilmu biostatistik, informatika kesehatan dan manajemen informasi kesehatan serta ilmu-ilmu dibidang kesehatan masyarakat dalam melakukan pemecahan permasalahan di bidang kesehatan masyarakat dan melakukan intervensi langsung kepada masyarakat. Bobot mata kuliah ini 9 SKS (haaaa....muntah beneran deh). Untuk Prakesmas ini, pembimbing lapangan saya Pak Ade, Ka.subag data dan informasi yang baru. Bapaknya baik banget.

Mmmh...semoga prakesmasnya berjalan lancar dan tetap semangat menjalaninya. Aminn.

Minggu, 18 Januari 2009

Ngurus Magang (Menyebalkan dan Menyenangkan)

beberapa peristiwa "bersejarah" hari ini :

Tertabrak motor di depan Kantor Walikota Depok ketika nyari Kantor Dinas Kesehatan Kota Depok. Alhamdulillah kaki Saya cuma memar aja.

Nyampe di Dinkes, prosedur untuk magang ternyata ga bisa langsung di Dinas, harus menghubungi Kantor Kesbang dan Linmas. Akhirnya Saya harus ke Kesbang dan Linmas dulu yang terletak di Jl. Pemuda (No.nya lupa). Letaknya dari jalan utama ternyata lumayan jauh.

Setelah beberapa kali bertanya, akhirnya sampai juga di Kantor Kesbang dan Linmas yang sekarang berubah menjadi kantor pemakaman alias udah pindah. Kata seorang tukang becak yang mangkal disana, kantornya pindah ke Kota Kembang (Grand Depok City).

Naek angkot 05 ke GDC dari gerbang GDC ke Kesbang & Linmas naek ojek.

setelah nyampe di Kesbang & Linmas ternyata harus membuat surat pengantar dari Dinkes (intinya : di ping-pongin).

Dari Kesbang & Linmas menuju gerbang GDC, jalan selama 1 jam.

CAPEEEEKKKK....

Selasa, 13 Januari 2009

Alhamdulillah...perjuangan masih belum berakhir

Waktu memang berjalan begitu cepat dan semaunya. Tak terasa Aku seudah menjalani masa perkuliahan selama 7 semester. Memang ketika dijalani terasa berat, tapi ketika telah berlalu terasa bagai kilat. Cepat banget. Nilai semester 7 sudah keluar, alhamdulillah semester dengan perolehan IP paling tinggi dibandingkan semester-semester sebelumnya.

Beberapa hari lagi, memasuki semester 8. Siap-siap buat magang dan skripsi. Semangat!!!

Rabu, 31 Desember 2008

Nasehat Jihad di Palestina

OlehSyaikh Salim bin Ied Al-Hilali Hafizhahullah

Pertanyaan.Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali Hafizhahullah ditanya : Apa hukum jihad di Palestina sekarang ini?

JawabanMasalah ini harus ditinjau dari berbagai segi :

Pertama : Sudah seyogyanya kita mengetahui dengan jelas masalah Palestina. Palestina merupakan bumi yang diberkahi dan suci. Al-Qur’an menyipati bumi Palestina dengan bumi yang diberkahi sebanyak lima kali, dan ayat yang paling jelas adalah ayat pertama dari surat Al-Isra : “ ….. yang telah kami berkahi di sekitarnya”.

Kedua : Negeri kaum muslimin sudah sepantasnya dijaga oleh kaum muslimin sendiri, dan agar kaum muslimin melawan orang-orang yang ingin merampasnya. Orang-orang Yahudi –laknat Alloh atas mereka dan semoga Alloh membinasakan mereka- adalah penjajah atas negara kaum muslimin di Palestina, maka wajib bagi kaum muslimin melawan dan memerangi serta mengeluarkan orang-orang Yahudi dari bumi Palestina agar mereka kembali ke tempat asal mereka.

Ketiga : Yang harus diketahui, jihad adalah puncaknya Islam sebagaimana dalam hadits Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu : “Tiangnya agama Islam adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Alloh”. Akan tetapi, tidaklah pantas jika kita mengangkat panji jihad bukan pada tempatnya atau menempatkan jihad bukan pada tempat yang sudah ditentukan oleh Alloh dan Rasulnya.

Sebuah hadits yang telah dikeluarkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dan selainnya bahwa Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu telah menyebutkan sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Islam dibangun di atas lima hal …., lalu seorang berkata : “Dan Jihad”, -orang tersebut bermaksud mengatakan bahwa jihad merupakan salah satu rukun Islam yang lima- maka Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Jihad merupakan hal yang baik tapi inilah yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Jihad bukan termasuk rukun Islam yang lima, pent)”

Jihad akan terus ada sampai hari kiamat tidak akan sirna selamanya. Akan tetapi, jihad mempunyai syarat-syarat (yang harus ditunaikan dulu sebelum melakukannya, -pent) yang telah dijelaskan oleh para ulama. Jihad mengandung sebab-sebab yang bersifat maknawi, pendidikan, aqidah dan materi. Sebab-sebab yang bersifat aqidah dan pendidikan adalah aplikasi penghambaan kita kepada Alloh, kita menolong agama Alloh, firman Alloh.

“Artinya : Apabila kalian menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolong kalian” [Muhammad : 7]

Alloh juga berfirman

Artinya : Dan Alloh pasti akan menolong orang-orang yang menolong agamaNya” [Al-Hajj : 40]

Oleh karena itu, kita haruslah menolong agama Alloh dahulu hingga Alloh menolong kita. Apakah makna menolong agama Alloh ? Maknanya, kita menegakkan agama Alloh, kita menegakkan syari’at Alloh, kita menjadi hamba Alloh yang sesungguhnya.

Perkara yang kedua, persiapan yang bersifat materi/jasmani, firman Alloh.

“Artinya : Persiapkan apa-apa yang sanggup kalian persiapkan, dari kekuatan fisik maupun dari kuda-kuda yang ditambatkan” [Al-Anfal : 60]

Akan tetapi, mana yang lebih utama ? Kita mempersiapkan berbagai senjata, sedangkan aqidah kita berantakan, akhlak kita seperti akhlak orang Yahudi, dan kebiasaan kita seperti kebiasaan Yahudi.

Kita telah banyak mengikuti kebiasaan orang-orang Yahudi sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

"Kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan kaum sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, hingga mereka masuk ke lubang biawak pun kalian ikuti”. Para sahabat bertanya : “Yahudi dan Nashara?”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Siapa lagi kalau bukan mereka?!”.

Dengan demikian, dalil aqli dan naqli serta realita memperkuat bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan agama Alloh dalam diri kita. Yaitu dengan kita menolong agama Alloh dan kembali kepada Alloh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara inah, dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi, ridha dengan persawahan, serta kalian meninggalkan jihad, Alloh akan menimpakan kehinaan kepada kalian, tidak akan dicabut kehinaan itu hingga kalian kembali kepada agama kalian”.

Semua maksiat di atas telah kalian lakukan, salah satunya meninggalkan jihad hingga Alloh timpakan kehinaan atas kalian. Barangsiapa yang melakukan hal-hal tersebut maka akan ditimpakan kehinaan atas mereka. Kemudian bagaimana agar kehinaan tersebut terangkat ? Apakah dengan menegakkan jihad? Tidak, kembali untuk menegakkan jihad di waktu sekarang tidak bermanfaat, karena manusia yang berkata “Aku akan kembali kepada jihad” tidak memahami jihad ; maka kita haruslah kembali kepada asasnya, yaitu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Hingga kalian kembali kepada agama kalian” (Hadits tersebut tidak mengatakan hingga kalian menegakkan jihad akan tetapi sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbunyi : “Hingga kalian kembali kepada agama kalian, pent).

Oleh karena itu, kami katakan bahwa memerdekakan Palestina, mengeluarkan orang-orang Yahudi dari bumi Palestina, merupakan salah satu dari kewajiban umat Islam. Tidak sepantasnya kita ridha dan hanya diam saja dengan kehinaan dan kesengsaraan. Namun wajib bagi kita mengambil sebab-sebab yang syar’i dan melaksanakan ketentuan Alloh guna mendapatkan pertolonganNya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam shahih Bukhari dan Muslim.“

Kalian memerangi orang-orang Yahudi hingga mereka berlarian dan bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan, hingga pepohonan dan berbatuan berkata : “Wahai muslim, wahai hamba Alloh….”

Dengan demikian, yang menang atas orang-orang Yahudi, yang membunuh Yahudi, yang mengeluarkan orang Yahudi dari negeri kaum muslimin adalah muslim, hamba Alloh ; jika kita kembali ke jalan Alloh maka kita ditolong atas orang Yahudi. Adapun kita mempergunakan keadaan kaum muslimin yang dirundung duka dan luka untuk kepentingan suatu kelompok, maka ini tidaklah diridhai oleh agama kita dan tidak diterima oleh seorang yang mukhlis dari kita. Realita yang terjadi pada pergerakan-pergerakan hizbiyyah serta kelompok-kelompok yang lain adalah mereka sibuk dengan kejadian tragis di Palestina, mereka sibuk dalam mengekspos pembunuhan, penghancuran, dan selainnya, dan sebenarnya mereka hanya duduk-duduk saja.

Mereka sibuk dengan ketragisan di Checnya dan di Bosnia, tapi apa yang telah mereka hasilkan ? Tidak ada sedikit pun. Namun tiba-tiba mereka datang dan berkata : “Kalian wahai salafiyyun tidak menganjurkan manusia untuk berjihad, kalian tidak menginginkan negeri kaum muslimin bebas (firman Alloh) : “Sesungguhnya mereka tidaklah berkata melainkan hanya perkataan dusta” [Al-Kahfi : 5]

Demi Alloh, sejarah akan bersaksi bahwa dakwah salafiyyah ini merupakan dakwah yang sangat antusias untuk menjadikan kaum muslimin sebagai sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Akan tetapi, mereka yang tidak ingin berjalan di atas ketentuan Alloh tergesa-gesa dalam bertindak hingga menjatuhkan umat dalam kesedihan, penyesalan, pembunuhan dan perusakan. Lihatlah realita mereka di Aljazair. Apa yang telah dihasilkan oleh revolusi mereka? Pembunuhan, perusakan, dan hancurnya mobil-mobil… Apa yang dihasilkan di Mesir? Apa yang dihasilkan di Syria? Apa yang dihasilkan oleh mereka yang mengatakan, “Kami keluar dari pemerintahan yang tidak berhukum dengan hukum Alloh” … Mereka tidak mengubah sesuatupun melainkan justru menambah kesengsaraan, menambah fitnah, menambah kehancuran. Dahulu manusia dalam ketenangan, kedamaian, sekarang berubah mejadi kesengsaraan dan kepedihan.

Sesungguhnya yang terjadi di Palestina adalah penyalahgunaan keadaan manusia untuk mencapai apa yang diinginkan oleh para pemimpin. Sebelum kita melihat kepada intifadhah maka lihatlah kepada intifadhah yang terdahulu yang selama berpuluh-puluh tahun bergolak namun apa yang dihasilkan? Hanya menghasilkan perdamaian …. Maka harus kita berangkat dari realita yang (pahit ini) dan jangan sampai kita ditunggangi oleh ahli batil. Siapakah yang mengatakan bahwa batu bisa menghancurkan tank-tank? Dan siapa yang mengatakan bahwa ketapel bisa mengalahkan rudal sedangkan anda dan musuh anda sama-sama bermaksiat kepada Alloh Ta’ala ?!

Ada seorang ikhwah dari Baitul Maqdis bercerita kepada saya (Syaikh) bahwa dia telah mengunjungi para korban yang terluka : “Kami berkunjung kepada 32 orang lebih, 30 orang di antara mereka tidak shalat. Mereka datang dan berkata : (orang) Nasrani yang ikut dan turun ke jalan untuk demonstrasi dan terbunuh dia syahid. Apabila terbunuh karena ikut revolusi maka mereka syahid. Pemabuk, pezina, syirik kepada Alloh asalkan dia ikut revolusi, maka dia mati syahid”. Palestina tidak akan bebas dan merdeka hanya dengan slogan-slogan.

Palestina membutuhkan sosok-sosok lelaki, yang melakukan ketaatan kepada Alloh, seperti dalam hadits : “Wahai muslim, wahai hamba Alloh, di belakangku ada Yahudi. Kemarilah dan bunuh dia”. Merekalah yang akan mebebaskan Palestina, merekalah yang akan membebaskan rumah-rumah kaum muslimin yang terampas.

Kita mohon kepada Alloh agar dikembalikan kepada agama kita dengan baik, dan agar diangkat kehinaan dari kita, diangkat kehinaan dari saudara-saudara kita serta negeri-negeri kaum muslimin, dan agar dikembalikan apa-apa yang terampas dari negeri kaum muslimin kepada negeri Islam.

Alhamdulillah Rabbil Alamin

[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi I Tahun VI/Sya’ban 1427/Sept 06 Diterbitkan oleh Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153]

sumber : almanhaj.or.id